KETUA POKER

Minggu, 31 Maret 2019

Baru Selesai Wamil, Siwan Langsung Membingtangi Drama Yang Diambil Dari Webtoon Terkenal

Baru Selesai Wamil, Siwan Langsung Membingtangi Drama Yang Diambil Dari Webtoon Terkenal




Drama korea saat ini memang sangat banyak diadabtasikan dari webtoon populer. Di tahun 2019 ini, sduah ada 2 drama yang dikonfirmasi bakal digarap yaitu "Strangers from Hell" dan "Sweet Home".

Drama "Strangers from Hell" sendiri merupakan drama yang mengisahkan tentang seorang pemuda dari pedesaan yang pindah ke Seoul dan mengalami banyak hal mengerikan di Goshiwon, tempat tinggalnya.

Drama "Strangers from Hell" rencananya akan ditayangkan di OCN. Menariknya, Siwan yang baru keluar wamil telah dikonfirmasi menjadi pemain utama bernama Jong Woo. Drama ini dijadwalkan tayang paruh kedua 2019 ini.

Baru Selesai Wamil, Siwan Langsung Membingtangi Drama Yang Diambil Dari Webtoon Terkenal



Sedangkan "Sweet Home" menceritakan tentang bocak laki-laki yang menemukan bahwa dunia telah terinfeksi virus yang tidak dikenal. Drama itu hingga kini masih dalam tahap pencarian pemain. "Sweet Home" sendiri bakal disutradarai oleh Lee Eung Bok, sosok dibalik kesuksesan "Descendants of The Sun", "Goblin" hingga "Mr. Sunshine".

Kedua webtoon yang bakal digarap drama di atas ini pun langsung banjir respon positif dari netter. "Aku menantikan 'Strangers from Hell'. Kurasa ini keputusan yang bagus menggandeng Siwan, dia cocok dengan perannya," tulis seorang netter.




"Mereka adalah webtoon yang sangat kunikmati. Aku menantikan drama ini," susul netter lain. "Kombinasi antara OCN, 'Strangers from Hell' dan Im Siwan. Aku penasaran siapa yang digaet jadi Wang Noon (salah satu karakter di 'Strangers from Hell')," pungkas netter lainnya.

Kamis, 28 Maret 2019

Akhirnya Kang Han Na Kembali Ke Fantagio Setelah Meluruskan Kesalapahaman Selama 1 Tahun

Akhirnya Kang Han Na Kembali Ke Fantagio Setelah Meluruskan Kesalapahaman Selama 1 Tahun




Di tahun 2018 lalu, Kang Han Na sempat berselisih paham dengan agensinya yaitu Fantagio. Kasus perselisihan tentang kontrak kerja ini berlangsung lama hingga hampir satu tahun dan bahkan mengambil jalur hukum.

Kang Han Na ingin memutus kontrak kerja dengan agensi setelah

Selasa, 26 Maret 2019

Perkara Soal Pembangunan Jalan By Pass Balige dan Akses Bandara Sibisa Dibahas Melalui Sidang




KPPU kembali menggelar Persidangan Perkara Persekongkolan Tender di Medan tentang pembangunan jalan Balige By Pass dan pembangunan jalan Akses Bandara Sibisa.

Kepala KPPU, Ramli Simanjuntak mengatakan bahwa KPPU menjamin seluruh peroses pemeriksaan ini akan berjalan sesuai dengan prinsip "due process of law" dan berlangsung secara terbuka.

Dikatakan masyarakat juga dapat ikut mengawal upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh KPPU dan melalui proses pemeriksaan ini diharapkan dapat melahirkan keadilan sehingga dapat tercipta persaingan yang lebih sehat dalam pengadaan barang dan jasa.




Sidang yang telah digelar pada Selasa (26/3) antara lain Sidang Pemeriksaan Lanjutan Perkara No. 13/KPPU-L/2018 terkait Paket Pembangunan Jalan Balige By Pass Pada Satker Pelaksanaan Jalan nasional WIlayah I Provinsi Sumatera Utara TA. 2017.

Perkara Soal Pembangunan Jalan By Pass Balige dan Akses Bandara Sibisa Dibahas Melalui Sidang


Dan Perkara No. 18/KPPU-L/2018 Dugaan Pelanggaran Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 Terkait Pembangunan Jalan Akses Bandara Sibisa Pada Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Utara APBN Tahun Anggaran 2018.

Untuk Perkara No. 13/KPPU-L/2018 Pihak terlapor terdiri dari tiga perusahaan dan satu panitia lelang yakni PT. Karya Agung Pratama Cipta, PT. Swakarsa Tunggal Mandiri, PT. Anugrah Bahari Sejahtera Mandiri, dan Kelompok Kerja (Pokja) Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2017.

Mereka diduga melakukan pelanggaran Pasal 22 UU No. 5/1999 Terkait Tender Pekerjaan Pembangunan Jalan Balige By Pass Pada Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Utara.




Sedangkan Untuk Perkara No. 18/KPPU-L/2018 para pihak yang telah ditetapkan sebagai terlapor adalah PT. Mitha Sarana Niaga sebagai Terlapor I, PT. Razasa Karya sebagai Terlapor II dan Kelompok Kerja (POKJA) Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Utara, Tahun Anggaran 2018 Sebagai Terlapor III.

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Komisi Guntur Syahputra Saragih dan didampingi oleh Dinni Melanie dan Yudi Hidayat sebagai anggota majelis komisi.

Agenda sidang hari ini adalah untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang diajukan oleh Investigator KPPU.

Minggu, 24 Maret 2019

Suporter Vietnam Menyambut Pertandingan Piala Asia Dengan Menggelar Flare

Suporter Vietnam Menyambut Pertandingan Piala Asia Dengan Menggelar Flare




Menyambut pertandingan Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020, suporter tim nasional U-23 Vietnam menyalakan suar (flare) di luar Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam.

Seorang suporter yang bernama Pham Van Cuong mengatakan bahwa itu adalah bentuk dukungan dari mereka untuk tim nasional U-23 Vietnam.

Menurut Pham, bagi masyarakat Vietnam laga melawan Indonesia selalu spesial karena mereka neganggap kalau Indonesia sekuat Merah Putih yang menjadi salah satu rival kuat di Asia Tengggara.




Meski demikian, Pham juga mengatakan kalau para pendukung loyal Vietnam yakin mereka dapat menaklukkan tin nasional Indonesia Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan dan memenangkan Piala Asia U-23.

Suporter Vietnam Menyambut Pertandingan Piala Asia Dengan Menggelar Flare


Para pendukung Vietnam menyalakan flare berwarna merah dari atas tiga mobil yang berbeda dan sambil menari diiringi musik disko yang diputar melalui pengeras suara.

Suporter tersebut mengenakan pernak-pernik Vietnam, mulai dari pakaian, topi, pengikat kepala hingga tempelan corak bendera di pipi dan mereka juga membawa bendera kebangsaan Negara Vietnam.

Tim nasional U-23 Indonesia sudah menghadapi Vietnam dalam lanjutan laga Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 AFC 2020 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Minggu pada pukul 20.00 WIB.




Kedua tim harus memenangkan pertandingan agar membuka peluang lolos ke putaran final Piala Asia U-23 AFC 2020.

Di laga Grup K sebelumnya, Jumat (22/3), Indonesia takluk 0-4 dari Thailand, sementara Vietnam mengalahkan Brunei Darussalam dengan skor 6-0.

Jumat, 22 Maret 2019

Jaringan Teroris Sibolga Terdeteksi Berada Di Kota Rantauprapat Labuhanbatu, Sumatera Utara

Jaringan Teroris Sibolga Terdeteksi Berada Di Kota Rantauprapat Labuhanbatu, Sumatera Utara



Kepolisian Labuhanbatu terus menyelidiki adanya terduga teroris Sibolga di daerah Rantauprapat yang terus membuat keresahan semua masyarakat setempat.

Kasat Intelkom Polres Labuhanbatu, AKP Fadlun AL Fitri mengatakan kalau mereka masih menyelidiki tentang kemungkinan adanya jaringan teroris Sibolga tersebut.

Kasat Intelkom juga mengatakan jika pihaknya akan terus memantau perkembangan paham-paham radikal yang mengarah kepada aksi terorisme.




Pihaknya juga berharap kepada masyarakat apabila mereka ada melihat orang yang mencurigakan di lingkungan masing-masing diharapkan untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib.

Diharapkan masyarakat juga dapat bekerjasama untuk menciptakan keamanan dan ketertiban apalagi ini sudah menjelang pemilihan umum yang tinggal menghitung hari saja.

Jaringan Teroris Sibolga Terdeteksi Berada Di Kota Rantauprapat Labuhanbatu, Sumatera Utara


AKP Fadlun AL Fitri berharap jangan sampai isi provokatif, hoax hingga SARA memecah persatuan dan kesatuan masyarakat dan kami meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban bersama-sama.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhanbatu, Darwin Husin mendukung upaya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Darwin Husin juga meminta kalau isu perihal keberadaan teroris ataupun paham radikal segera diungkapkan dan untuk saat ini, paham-paham yang diduga radikal merupakan ancaman yang nyata dalam kehidupan sosial bermasyarakat.




"Saya minta kepolisian mengungkap kalau ada terduga teroris di Labuhanbatu," tegas dia.

Sebelumnya jajaran Polres Labuhanbatu mengaku mendeteksi terduga teroris jaringan Labuhanbatu ada di wilayah hukumnya. Namun, polisi belum bisa mengkonfirmasi identitas terduga teroris itu.